welcome to my blog

Blinkie Graphics Generator at TextSpace.net

Sabtu, 11 Oktober 2014

tulisan 1 psikologi manajemen



Nama : Fitriah
Kelas : 3PA06
NPM : 13512016

Seorang pekerja cleaning service toilet sebuah mall di kota Yogyakarta nekat mencuri handphone salah satu pengunjung mall. Aksinya di ketahui pemiliknya yang menyadari handphonenya tidak ada di dalam tas ketika ia sudah keluar dari toilet dan kembali ke dalam toilet handphone tersebut ada ditangan (NS). Lalu korban langsung melaporkan hal tersebut pada security mall, dan kasus tersebut diproses. Tersangka adalah seorang ibu (NS) dengan 3 orang anak dan upah yang masih di bawah Rp 1.000.000 Awalnya tersangka tidak berniat mencuri namun karena kebutuhan yang sangat mendesak, tersangka beralasan sedang membutuhkan uang karena anaknya sedang sakit dan ingin di bawa ke rumah sakit namun ia tidak ada biaya. Rencananya handphone yang ia curi akan di jual ke counter namun sudah keburu di ketahui pemiliknya.

Analisis ini diambil dari teori kebutuhan. Dalam kasus terlihat bahwa kebutuhan dasar fisiologis adalah penyebab utama mengapa ibu tersebut mencuri. Karena membutuhkan uang untuk anaknya berobat maka ia nekat melakukan hal tersebut. Mungkin menurutnya perbuatan yang ia lakukan adalah benar karena semata-mata ia membutuhkannya demi seorang anak. Namun jika ia tidak senekat itu ia bisa saja meminjam uang kepada bank, atau kepada kerabatnya. Sekarang ia menjadi tersangka dan perbuatannya harus di pertanggung jawabkan.

tugas 1 pikologi manajemen



Nama : Fitriah
Kelas : 3PA06
NPM : 13512016

Apa itu manajemen?
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).

Jenis manajemen
1.      Manajemen keuangan adalah merencanakan, menganggarkan, mencari, menyimpan, memeriksa, mengelola dan mengendalikan dana yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (perusahaan maupun organisasi).
2.      Manajemen pemasaran adalah suatu proses yang berjalan dengan tujuan agar menetapkan suatu harga serta promosi, menyalurkan gagasan dan sebagainya agar dapat mempertahankan "kehidupan" suatu perusahaan maupun untuk mengembangkan perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya dapat mencapai keutungan yang maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin.
3.      Manajemen resiko adalah suatu pendekatan metodologi yang terstruktur dengan maksud agar dapat mengelola kemungkinan - kemungkinan buruk yang dapat terjadi (ancaman).
4.      Manajemen pendidikan adalah sumber - sumber pendidikan dibuat lebih terpadu/terpusat agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif maupun efisien.
5.      Manajemen strategi adalah suatu proses yang dilakukan guna engidentifikasi (menganalisis) "apa" dan "bagaimana" hasil yang ingin di capai tersebut.
6.      Manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah merupakan cara untuk mengatur suatu hubungan maupun peran para tenaga kerja (SDM) yang dipunyai oleh suatu 1 orang/kelompok agar dapat dipekerjakan secara maksimal tetapi tetap menonjolkan keefektifan serta efisien, agar dapat mencapai tujuan.
7.      Manajemen informatika adalah memanfaatkan sumber daya (dalam hal ini, segala yang berhubungan dengan informatika) agar kelak dapat tercapai tujuan yang ditetapkan.
8.      Manajemen produksi adalah aktivitas mengatur, mengkoordinasi, serta mengawasi bagaimana sumber daya (manusia, alat, dana, bahan) digunakan secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan suatu barang/jasa yang memiliki nilai kegunaan yang tinggi.
9.      Manajemen konflik adalah bagaimana mengatur, mengkoordinir/mengarahkan suatu konflik yang sulit untuk diakhiri hingga akhirnya dapat mengakhiri konflik tersebut. Biasanya yang melakukan manajemen konflik ini adalah para pelaku konflik maupun perantara (pihak ketiga/penengah) dari konflik tersebut.

Apa itu psikologi manajemen?
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai ilustrasi, dulu dalam manajemen, orang berproduksi hanya mengandalkan sumber daya alam. Misalnya, orang berburu, memancing atau memetik hasil hutan saja untuk memenuhi keperluannya. Tetapi lama-kelamaan mulai terasa bahwa dengan menambahkan sumber daya manusia (terutama akalnya), maka orang akan bisa lebih efektif dan efisien dalam berproduksi. Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.

Tujuan psikologi manajemen
1.      Agar dapat memecahkan masalah-masalah yang ada dalam perusahaan tersebut
2.      Agar dapat mencapai tujuan yang sudah di rancang dan diinginkan oleh perusahaan
3.      Agar dapat membuat sumber daya manusia  menjadi produktif

Apa itu kepemimpinan?
adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Lebih jauh lagi, Griffin (2000) membagi pengertian kepemimpinan menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses, dan sebagai atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses di mana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam organisasi. Adapun dari sisi atribut, kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin dapat didefinisikan sebagai seorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka.

Teori kepemimpinan

1.      Teori Genetie
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not made". Bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2.      Teori ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori social dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.


Pengertian perencanaan

adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen. proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat  untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. 

Manfaat Perencanaan
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
2.      Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
3.      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
4.      Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
5.      Standar pelaksanaan dan pengawasan,
6.      Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
7.      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
8.      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
9.      Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
10.  Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan menghemat waktu, usaha dan dana.

 Jenis perencanaan dalam organisasi
1.      Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang
2.      Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian. Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
3.      Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional. Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
4.      Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan. Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi.


Sabtu, 28 Juni 2014

analisis pernikahan diatas 5 tahun



Nama : Fitriah
Kelas : 2PA06
NPM : 13512016

Pernikahan adalah sebuah kebersamaan antara dua orang yang saling mencintai dan memahami. The Triangular Theory of Love yang dikemukakan Sternberg, menegaskan bahwa cinta yang baik adalah cinta yang sempurna, memiliki keintiman, gairah, dan komitmen. Maka sebelum memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga berdua, berbagai aspek perlu dipertimbangkan.
Sebuah keluarga yang saya analisis ini adalah sepasang suami istri yang menikah sudah selama 25 tahun, dan sudah memiliki 5 orang anak.
Istrinya menceritakan kepada saya bahwa sudah banyak sekali yang sudah mereka lalui termasuk masa-masa sulit dan pahitnya dalam hubungan pernikahan mereka. Menurutnya setelah mereka melalui masa-masa sulit dalam hubungan mereka, akan datang masa indah. Tidak mudah menjalankan suatu komitmen pernikahan berjalan dengan mulus begitu saja.
Mulai dari pertengkaran karna perbedaan pendapat, kurangnya kepercayaan, pihak ketiga maupun masalah-masalah kecil yang akan berdampak besar. Semua itu muncul setelah usia pernikahan mereka menginjak tahun ketiga. Bahkan ketika usia pernikahan mereka yg ke 17 tahun, mereka sempat memutuskan untuk bercerai karena suaminya sempat ingin menikah dengan wanita lain. Tetapi karena mereka melihat anak-anaknya, dan suaminya tidak jadi menikah dan berubah kembali menjadi suami yang baik mereka tidak jadi bercerai. Pernikahan mereka semakin harmonis dan menjadi keluarga yang rukun.
Pada usia pernikahan mereka yang ke 22 akhirnya anak pertama mereka menikah, itulah masa-masa yang membuat mereka bahagia, karena sekarang mereka sedang menantikan cucu pertama mereka. Dan saat ini mereka akan menikahkan anak kedua mereka. Ujar sang istri ia tidak ingin meminta hal yang berlebihan dalam pernikahannya, ia hanya ingin tetap besama sang suami dan anak-anak mereka sampai akhir hayatnya sehingga dapat melihat anak-anak mereka sukses dan bahagia seumur hidupnya bersama pendamping hidupnya kelak.