Nama : Fitriah
Kelas : 2PA06
NPM : 13512016
A. Plagiat dalam internet
Tidak dapat
dipungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah banyak
memberi perubahan bagi masyarakat dunia. Di samping subangan-sumbangan positif
bagi manusia juga telah banyak menyeret manusia kepada dosa atau malah kepada
kematian. Dunia seakan menjadi begitu sempit dan bahkan menjadi tidak terbatasi
ruang dan waktu akibat sistem informasi
yang serba mudah dan cepat. Teknologi
telah masuk dan menembusi segala aspek kehidupan, bahkan pendidikan juga ikut
di dalamnya.
Plagiat juga tidak
hanya berarti mengkopi seluruh artikel dan digunakan serta diakui sebagai
miliknya, namun juga berlaku pada penggunaan sebagian artikel, kalimat atau
kata-kata tanpa memberikan kredit pada si penulis. Pencantuman berbagai sumber
pun bukan berarti sebuah tulisan diambil dan dikopi dari berbagai sumber
melainkan mengacu pada sumber referensi yang dibaca penulis untuk kemudian
disarikan dalam sebuah ide atau tulisan. B. Seks dalam internet
Generasi muda zaman sekarang bukanlah yang pertama
tertarik dengan pornografi. Pornografi sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi
kuno dengan gambar-gambar kelamin pria. Di India, banyak kuil kuno dihiasi
dengan patung-patung seksual, dan Jepang pada peradaban abad ke-16 melihat
representasi seksual sebagai sesuatu yang normal.
Tapi beberapa penelitian menemukan bahwa kehadiran
internet membuat akses pornografi lebih mudah dari sebelumnya dan ada
kekhawatiran bahwa ini berdampak terhadap kesehatan emosional dan fisik,
terutama bagi anak muda yang sering menontonnya.
Dengan Internet gambar, cerita, dan film porno
semakin mudah diperoleh. Cukup dengan mengetik serangkaian kata ke search
engine yang identik dengan istilah-istilah yang berkonotasi porno, akan
diperoleh segera situs-situs yang menyajikan semua ini. Bermodal 3500–6000
rupiah saja, seorang anak bisa memperoleh materi-materi dewasa. Dan materi
dewasa di Internet amat beragam, mulai dari yang “normal” hingga yang ganjil,
tidak lazim, bahkan “sakit.”
Setiap masyarakat memiliki nilai-nilai yang
dijadikan sandaran bersikap tindak. Pornografi Internet, terutama oleh
masyarakat tradisional yang minim informasi, kadang dipandang sebagai hantu
yang akan merusak tata nilai yang dianut. Bagi masyarakat modern pun,
pornografi Internet kadang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang telah ada. Di
salah satu negara bagian Amerika, misalnya, terdapat perbedaan perlakuan
terhadap pornografi. Bila suatu situs menyediakan gambar atau tampilan seronok
anak di bawah umur maka hal tersebut dikategorikan sebagai kejahatan. Tidak
demikian halnya dengan penyajian gambar atau tampilan orang dewasa.
Dampak
negatif
Para pakar dan peneliti menyarankan
dampak negatif pornografi terhadap kesehatan dibagi dalam dua kategori.
Kategori pertama adalah perilaku seksual yang dapat meningkatkan resiko
penularan penyakit kelamin seperti HIV, Gonorrhoea dan HPV (yang menyebabkan
kutil kelamin).
C. Online game
Game saat ini tidak seperti game
terdahulu, jika dahulu game hanya bisa maksimal dimainkan dua orang, sekarang
dengan kemajuan teknologi terutama jaringan internet, game bisa dimainkan 100
orang lebih sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Walaupun game ditujukan untuk
anak-anak, tidak sedikit pula orang dewasa kerap memainkannya bahkan tidak
sedikit yang menjadikannya sebagai pekerjaan dan mendapat penghasilan dari
bermain game. Game Online juga membawa dampak yang besar terutama pada
perkembangan anak maupun jiwa seseorang. Walaupun kita dapat bersosialisasi
dalam game online dengan pemain lainnya, Game online kerap membuat pemainnya
melupakan kehidupan sosial dalam kehidupan sebenarnya.
Contoh online game :
1. DotA
2. Point blank
3. RF online
4. CS online
