Ini tangis yang tidak bisa kamu eja, nggus… :’(
Tangis yang tidak meminta bahu mu atau peluk mu ketika ia terpaksa
terburai di pangkuan mata ku..
Ini tangis yang meringkuk di sudut gelap kamar, terisak, tergugu,
pilu, sendiri..
Jika saja derai-derai air mata bisa
meneriakkan kata-kata yang selama ini ku pendam untuk mu, maka apa yang kau
dengar kecuali ia diam? Maka ia akan diam..
Ketika ia diam-diam keluar dengan begitu
derasnya dan begitu sesaknya yang bergerak-gerak di dada, pernahkah kau
bertanya, apa yang membuat ku begitu pilu?
Tetapi karena kau tak pernah bertanya,
kecuali meneriakkan perintah-perintah agar ia tidak bersuara, maka ia akan
diam..
Tak akan mengeluarkan bait-bait kata yang
begitu menyesakkan dada ku ini..
Ini tangis yang diam-diam ku urai di
belakang mu, nggus… :’(
Tangis yang tidak meminta bahu mu atau peluk mu ketika ia terpaksa
terburai di pangkuan mata ku..
Ini tangis yang akan ku eja sendiri..
hanya sendiri !! :)
Ketika kau tersadar begitu sakitnya diri
ku menahan berjuta gejolak akan tentang mu, mungkin aku sudah lelah dan tak
mampu lagi untuk bertahan :(
Sumber : majalah youngster
