welcome to my blog

Blinkie Graphics Generator at TextSpace.net

Selasa, 23 April 2013

senjata kimia

Teknologi dan Bahaya Senjata Kimia.
Teknologi senjata kimia tidak terlepas dari bahan kimia beracun yang digunakan untuk pengisian senjata tersebut. Bahan-bahan kimia beracun adalah setiap bahan kimia yang karena pengaruh kimianya terhadap proses kehidupan dapat me-nyebabkan kematian, efek tidak berdaya, cacat sementara atau bahaya permanen pada manusia atau binatang. Katagori ini me-nyangkut semua bahan kimia tersebut, tidak pandang asalnya atau teknik pembuatannya, dan tidak pandang apakah bahan itu dihasilkan dalam instalasi, dalam senjata atau tempat lain. Teknologi penggunaan senjata kimia dapat dikelompokan dalam :
Chemical Agent terdiri dari :
Racun Saraf (Nerv Gas)  : Racun ini diserap dalam tubuh melalui pernapasan, pencernaan, atau menembus melalui kulit, yang mempengaruhi fungsi jaringan tubuh menunggu reaksi keseimbangan dalam cairan tubuh yang mengakibatkan penumpukan acethyl chlorine dan rangsangan terus menerus pada sistem syaraf, parasymphatis dan sistem syaraf automatis. Jalannya impulse syaraf terganggu sehingga fungsi tubuh seperti; pernapasan, penglihatan dan pengendalian otot-otot juga terganggu. Beberapa racun syaraf yaitu : Tabun, Soman, VX.Sarin
Racun Lepuh (Blistering Agent ) : Racun ini menyerang mata, paru-paru dan membuat kulit melepuh. Beberapa racun lepuh diantaranya adalah : Mustard gas, Nitrogenmustard, lewisite, adamsite.
Racun Cekik (Pulmonary Agent)  : Racun ini menyebabkan iritasi atau terbakarnya batang tenggorokan dari paru-paru terutama terasa pada saluran pernapasan dengan luka-luka yang meluas ke bagian-bagian terdalam dari paru-paru. Racun ini merupakan jenis racun yang mematikan, dan bila mengenai manusia akan mengakibatkan rasa seolah-olah tercekik akibat kekurangan oksigen dan dapat mengakibatkan kematian. Beberapa racun cekik diantaranya adalah :  Phosgene.
Racun Darah (Blood Agent) :  Racun ini diserap oleh tubuh terutama melalui pernapasan, mempengaruhi fungsi tubuh melalui kerjanya eurymecy tochromeoxidase yang membawa oksigen melalui darah ke seluruh jaringan tubuh. Beberapa racun darah diantaranya adalah : Hydrogen Cyanida, Cyanogen Chloride.
Racun Iritasi (Riot Control Agent)  : Racun ini disebut juga racun bersin dan racun gas air mata. Racun ini menyebabkan peradangan pada bagian alat pernapasan dan perangsangan mata. Beberapa racun iritasi diantaranya adalah : Gas air mata.
Racun Psikokimia (Inkapasi-tasi)  : Racun ini mempunyai efek psikologis terhadap personil yang dikenainya. Efek racun ini tidak sampai mematikan, namun pe-nyerangan secara psikis yaitu :
  • Pingsan sementara
  • Merasa mengantuk sampai tertidur untuk beberapa jam
  • Timbul rasa takut terhadap orang lain
  • Penglihatan dan perasaan menjadi tidak normal seperti terkena halusinasi.
Bebarapa racun ini diantaranya adalah : Psilosibin, Andreno-krom, Meskalin.
Kemungkinan Penggunaan dan Ancaman Chemical Weapons .
Adanya penggunaan dan an-caman senjata kimia digambarkan ada lima kemungkinan yaitu  Military use, Threat of use, Acti-vities prohibited by Chemical Weapons Convention (CWC), Terrorist attact, Accidental release of Chemical Weapons Agent (CWA).

Android Watch Z1, Komputer Berbentuk Jam Tangan dengan OS Android

Anda ingin selalu membawa komputer ke manapun? Anda juga merasa sebuah tablet masih terlalu besar untuk dibawa ke mana-mana? Jika iya, mungkin jawabannya adalah sebuah komputer bernama Android Watch Z1.
Android Watch Z1 adalah teknologi yang canggih yang baru muncul saat ini

Komputer ini adalah sebuah komputer mini dengan sistem Android yang memiliki bentuk seperti sebuah jam tangan. Komputer ini dilengkapi dengan layar sentuh berukuran 2 inci dengan resolusi 320×240 piksel. Di dalam komputer ini, terdapat prosesor MTK6516 dual core dengan kecepatan 460 MHz. Sedangkan sistem operasi yang dipilih adalah OS Android Froyo 2.2.

Sebagai langkah awal, komputer ini akan mengunjungi pasaran elektronik Jepang. Harganya pun cukup mahal. Untuk memperoleh komputer ini, Anda harus rela membayar sebesar $289USD atau setara dengan Rp 3.000.000. Dengan uang sebesar itu, komputer ini juga dibekali dengan beberapa fasilitas pendukung seperti memori flash sebesar 2GB, mikrofon, speaker, GPS, G Sensor, wireless, Bluetooth, slot microSD dan webcam 2MB.

Air Laut Bahan Bakar Alternatif Pengganti BB


Air  laut Bisa Jadi Alternatif Bahan Bakar
Bagi masyarakat awam, air laut hanya dianggap air asin yang mungkin hanya menghasilkan garam. Namun, bagi para ilmuwan yang menekuni ilmu kelautan, air laut ternyata dapat sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak misalnya solar atau premium.
Pengembangan air laut menjadi bahan bakar alternatif tidak hanya ramah lingkungan karena tidak menimbulkan pencemaran layaknya bahan bakar minyak.
Pemanfaataan air laut sebagai bahan bakar alternatif juga sangat didukung dengan kondisi alam Indonesia yang memiliki lautan yang lebih luas dibandingkan daratan.
Kawasan daerah kepulauan maupun pesisir pantai di di Bumi Khatulistiwa sangat cocok untuk pengembangan air laut sebagai bahan bakar.
Eddiwan, pakar kelautan lulusan master Universitas Tokyo, pria yang juga pegawai pada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepulauan Riau itu seperti dikutip kepri.antaranews.com menyatakan “penyulingan air laut menjadi biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang telah diuji coba”.
Air laut cocok dijadikan bahan bakar kapal nelayan menggantikan solar.
Uji coba penggunaan air laut untuk kapal, menurut Eddiwan hanya tinggal menunggu penyesuaian mesin sehingga dapat dimodifikasi untuk menggunakan bahan bakar alternatif tersebut.
ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM serta mengentaskan keluhan kelangkaan BBM oleh kalangan nelayan.

"Nelayan tidak mengenyam pendidikan sekalipun bisa memanfaatkan tekonologi ini, karena cara kerjanya cukup sederhana," ungkap Eddiwan.
Cara kerjanya, air laut terlebih dahulu diendapkan sebelum disuling dalam sebuah tempat penampungan. Setelah disuling dengan alat penyulingan berukuran 0,1 mikron, maka akan memproduksi minyak sel yang berasal dari biota laut.
Ahli kelautan Provesor Hasyim Djalal menyatakan “arus air di Kepulauan Riaui dapat menghasilkan ribuan giga volt yang cukup cocok untuk pengembangan energi listrik menggunakan tenaga arus laut”.
Namun demikian, alih bahan bakar minyak ke bahan bakar alternatif berupa pemanfaatan air laut tentu harus didukung pemerintah karena ide tersebut belum sepenuhnya diterima oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan alasan biaya mahal.

Selasa, 02 April 2013

Legenda Rawa Pening (Cerita Dari Jawa Tengah)





rawa pening

Dahulu kala, warga desa Ngebel terkejut melihat seekor ular yang sangat besar. Karena takut ular itu akan menyerang mereka, warga desa beramai-ramai menangkap ular yang bernama Baru Klinting itu. Setelah tertangkap ular itu dibunuh dan dagingnya disantap dalam sebuah pesta. Hanya satu warga desa yang tidak mereka ajak menikmati pesta itu, yaitu seorang nenek tua miskin bernama Nyai Latung.
Beberapa hari kemudian muncul seorang anak laki-laki berumur sekitar sepuluh tahun. Ia tampak kumal dan tidak terawat, bahkan kulitnya pun ditumbuhi penyakit. Anak itu mendatangi setiap rumah dan meminta makanan kepada warga desa. Namun tak seorang pun memberinya makanan atau air minum. Mereka malah mengusirnya dan mencaci makinya.
Akhirnya ia tiba di rumah yang terakhir, rumah Nyai Latung. Di depan rumah reot itu Nyai Latung sedang menumbuk padi dengan lesung.
“Nenek,” kata anak itu, “Saya haus. Boleh minta air, nek?”
Nenek Latung mengambil segelas air yang diminum anak itu dengan lahap. Nyai Latung memandangi anak itu dengan iba.
“Mau air lagi? Kau mau makan? Tapi nenek cuma punya nasi, tidak ada lauk.”
“Mau, nek. Nasi saja sudah cukup. Saya lapar,” sahut anak itu.
Nenek segera mengambilkan nasi dan sisa sayur yang ada. Ia juga mengambilkan air lagi untuk anak itu, Anak itu makan dengan lahap, hingga tidak sebutir nasipun tersisa.
“Siapa namamu, nak? Di mana ayah ibumu?”
“Namaku Baru Klinting. Ayah dan ibu sudah tiada.”
“Kau tinggal saja di sini menemani nenek,”
“Terima kasih, nek. Tapi saya pergi saja. Orang-orang di sini jahat, nek. Hanya nenek saja yang baik hati kepadaku.”
Baru Klinting kemudian bercerita tentang warga desa yang tidak ramah kepadanya. Kemudian, ia pun pamit. Sebelum pergi, ia berpesan kepada Nyai Latung.
“Nek, nanti jika nenek mendengar suara kentongan, nenek naiklah ke atas lesung. Nenek akan selamat.”
Meskipun tidak mengerti maksud Baru Klinting, Nyai Latung mengiyakan saja.
Baru Klinting masuk ke desa lagi. Ia mendatangi anak-anak yang sedang bermain. Ia mengambil sebatang lidi lalu menancapkannya di tanah. Lalu ia memanggil anak-anak.
“Ayo... siapa yang bisa mencabut lidi ini?”
Anak-anak mengejek Baru Klinting namun ketika satu per satu mereka mencoba mencabut lidi, tak ada yang berhasil. Mereka pun memanggil anak-anak yang lebih besar. Semua mencoba, semua gagal. Orang-orang dewasa pun berkumpul dan mencoba mencabut lidi. Tetap tidak ada yang berhasil.
Akhirnya Baru Klinting sendiri yang mencabut sendiri lidi itu. Dari lubang di tanah bekas menancapnya lidi memancar air yang makin lama makin banyak dan makin deras. Orang-orang berlarian kalang kabut, Salah seorang membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya. Namun air cepat menjadi banjir dan menenggelamkan seluruh desa.
Nyai Latung mendengar bunyi kentongan di kejauhan, Ia teringat pesan Baru Klinting dan segera naik ke atas lesung. Baru ia duduk di dalam lesung, air sudah datang dan makin tinggi. Lesung itu terapung-apung. Nyai Latung melihat para tetangganya sudah mati tenggelam.
Setelah beberapa lama, air berhenti naik dan perlahan-lahan mulai surut. Lesung Nyai Latung terbawa menepi sehingga ia dapat naik ke darat. Hanya ia yang selamat dari banjir. Warga desa yang lain semuanya tewas.
Air tidak seluruhnya kering kembali namun meninggalkan genangan luas berbentuk danau yang sekarang disebut Rawa Pening. Rawa Pening terletak di daerah Ambarawa.
Rawa Pening luasnya 2670 hektare. Sekarang digunakan untuk pengairan dan budi daya ikan selain juga menjadi tempat wisata. Enceng gondok yang memenuhi permukaannya digunakan untuk bahan kerajinan dan keperluan lain. Sedangkan air sungai Tuntang yang berhulu di danau itu digunakan untuk pembangkit listrik. Namun sekarang Rawa Pening mengalami pendangkalan dan dikhawatirkan lambat laun akan lenyap bila tetap dibiarkan seperti saat ini.