Nama : Fitriah
Kelas : 3PA06
NPM : 13512016
Apa itu manajemen?
Manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para
anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai
tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
Jenis manajemen
1.
Manajemen
keuangan adalah
merencanakan, menganggarkan, mencari, menyimpan, memeriksa, mengelola dan
mengendalikan dana yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (perusahaan
maupun organisasi).
2. Manajemen pemasaran adalah suatu proses yang
berjalan dengan tujuan agar menetapkan suatu harga serta promosi, menyalurkan
gagasan dan sebagainya agar dapat mempertahankan "kehidupan" suatu
perusahaan maupun untuk mengembangkan perusahaan tersebut sehingga pada
akhirnya dapat mencapai keutungan yang maksimal dengan pengorbanan seminimal
mungkin.
3. Manajemen resiko adalah suatu pendekatan
metodologi yang terstruktur dengan maksud agar dapat mengelola kemungkinan -
kemungkinan buruk yang dapat terjadi (ancaman).
4. Manajemen pendidikan adalah sumber - sumber
pendidikan dibuat lebih terpadu/terpusat agar tujuan pendidikan tercapai secara
efektif maupun efisien.
5. Manajemen strategi adalah suatu proses yang
dilakukan guna engidentifikasi (menganalisis) "apa" dan
"bagaimana" hasil yang ingin di capai tersebut.
6. Manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah merupakan cara
untuk mengatur suatu hubungan maupun peran para tenaga kerja (SDM) yang
dipunyai oleh suatu 1 orang/kelompok agar dapat dipekerjakan secara maksimal
tetapi tetap menonjolkan keefektifan serta efisien, agar dapat mencapai tujuan.
7. Manajemen informatika adalah memanfaatkan sumber
daya (dalam hal ini, segala yang berhubungan dengan informatika) agar kelak
dapat tercapai tujuan yang ditetapkan.
8. Manajemen produksi adalah aktivitas mengatur,
mengkoordinasi, serta mengawasi bagaimana sumber daya (manusia, alat, dana,
bahan) digunakan secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan suatu
barang/jasa yang memiliki nilai kegunaan yang tinggi.
9. Manajemen konflik adalah bagaimana mengatur,
mengkoordinir/mengarahkan suatu konflik yang sulit untuk diakhiri hingga
akhirnya dapat mengakhiri konflik tersebut. Biasanya yang melakukan manajemen
konflik ini adalah para pelaku konflik maupun perantara (pihak ketiga/penengah)
dari konflik tersebut.
Apa itu
psikologi manajemen?
Psikologi manajemen adalah ilmu
tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi
kebutuhan. Sebagai ilustrasi,
dulu dalam manajemen, orang berproduksi hanya
mengandalkan sumber daya alam. Misalnya, orang berburu, memancing atau memetik
hasil hutan saja untuk memenuhi keperluannya. Tetapi lama-kelamaan mulai terasa
bahwa dengan menambahkan sumber daya manusia (terutama akalnya), maka orang
akan bisa lebih efektif dan efisien dalam berproduksi. Dengan ditemukan dan
dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan
yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
Tujuan psikologi manajemen
1. Agar dapat memecahkan masalah-masalah yang ada dalam
perusahaan tersebut
2. Agar dapat mencapai tujuan yang sudah di rancang dan diinginkan
oleh perusahaan
3. Agar dapat membuat sumber daya manusia menjadi produktif
Apa itu kepemimpinan?
adalah proses dalam mengarahkan
dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus
dilakukan. Lebih jauh lagi, Griffin (2000) membagi pengertian kepemimpinan
menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses, dan sebagai atribut. Sebagai proses,
kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu
proses di mana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan
organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka
untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya
produktif dalam organisasi. Adapun dari sisi atribut, kepemimpinan
adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Oleh
karena itu, pemimpin dapat didefinisikan sebagai seorang yang memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga
orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin
mereka.
Teori kepemimpinan
1.
Teori Genetie
Inti
dari teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not
made". Bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan
karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun
seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia
dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2.
Teori ekologis
Teori
ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-penganut
teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik
apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana
kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman
yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang
telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua
teori genetis dan teori social dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari
teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih
mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor
yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
Pengertian perencanaan
adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen. proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk
mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi
dan taktik yang tepat untuk mewujudkan
target dan tujuan organisasi.
Manfaat Perencanaan
Perencanaan mempunyai banyak manfaat,
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Membantu
manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
2. Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
3. Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
4. Pemilihan
berbagai alternatif terbaik,
5. Standar
pelaksanaan dan pengawasan,
6. Penyusunan
skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
7. Menghemat
pemanfaatan sumber daya organisasi,
8. Alat
memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
9. Membuat
tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
10. Meminimumkan
pekerjaan yang tidak pasti, dan
menghemat
waktu, usaha dan dana.
Jenis perencanaan dalam organisasi
1. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan
dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi.
Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk
mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah
jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada
kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan
tindakan perencanaan yang dipilih.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi
dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang
2. Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area
fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh
tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya
yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan
mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu
dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini
dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem
dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah
iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan
koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai
dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan
merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan dari efisiensi.
3. Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus
berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan
menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di
tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi
lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat
operasional. Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian
homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan
proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi
atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih
rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana
dikembangkan untuk waktu yang singkat.
4. Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan
untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar,
metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan. Standar-standar
tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam
setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian,
pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan.
Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi.