Nama : fitriah
Kelas : 1PA05
NPM : 13512016
Dalam
pembahasan saya kali ini saya akan membahas tentang penerapan ilmu alamiah dasar terhadap
psikologi..
Psikologi adalah ilmu yang membahas tentang pengamatan
tingkah laku manusia Sedangkan matematika adalah ilmu yang membahas tentangan
bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan
dalam penyelesaian masalah yang mengenai bilangan.
Dari dulu kita sudah dikenalkan dengan
matematika, bahkan dalam kehidupan sehari - hari kita sudah berhubungan dengan
matematika, contohnya saja ketika kita ingin membayar angkutan umum, tentu kita
akan mengeluarkan uang dan mengetahui berapa nominalnya. Dan tentunya hubungan
antara matematika dengan bidang ilmu lainnya sangat berkaitan. Terutama salah
satunya adalah psikologi pasti sedikit banyaknya saling berhubungan.
Kini, matematika di gunakan di seluruh dunia sebagai
alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran atau medis,
dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika adalah terapan,
cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke
bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan - temuan
matematika baru, dan kadang - kadang mengarah pada pengembangan disiplin - disiplin
ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.
Matematika juga bisa disebut sebagai ilmu Logika, misalnya seperti pada tes masuk Perguruan Tinggi, para calon
mahasiswa atau mahasiswi biasanya harus mengikuti
tes terlebih dahulu, yaitu sebuah tes tulis dengan
materi Bahasa Inggris, dan matematika.
Secara tidak langsung kita
akan diukur kemampuan seberapa jauh pola berfikir cepat dan cara kita
menyelesaikan masalah. Menghitung hasil dari Tes IQ juga bisa menggunakan
teori statistika untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pola fikir dengan cara
menghitung distribusi frekuensi kelompok dengan ukuran tendensi sentral dan letak nilai dan yang patut kita tahu
bahwa matematika membentuk pola berpikir kritis, kreatif, inovatis, dan mandiri
serta mampu menyelesaikan masalah secara tepat dan dapat di tanggungjawabkan
kebenarannya
A.
DEFINISI STATISTIKA
Menurut Boot dan Cox (1970:3).
“Statistics is the body of theory and methodology employed in analyzing and
using numerical evidence to choose one among several alternative decisions or
actions when not all relevant facts are known. Atau ” Statistik adalah suatu
kumpulan teori dan metodologi yang digunakan untuk menganalisis bukti-bukti
numeric guna menetapkan satu dari beberapa alternatif keputusan atau tindakan,
dimana tidak semua fakta yang relevan diketahui.
Dan menurut Sanders dkk statistika
adalah “Statistics is the body of principles and procedures develop for the
collection, Classification, summarization, interpretation, and communication of
numerical data and the use of such data”. Atau ” Statistik adalah suatu
kumpulan prinsip dan prosedur yang dikembangkan untuk pengumpulan,
pengklarifikasian, perangkuman, pemaknaan, dan pengomunikasian penggunaan data
tersebut.
Dari dua pendapat tesebut kita dapat
menyimpulkan bahwa statistik adalah suatu metodologi (ilmu tentang metode)
pengambilan keputusan atau tindakan berdasarkan data atau informasi yang
dikumpulkan secara numerik. Jadi dengan statistika memungkinkan seseorang
mendeskripsikan hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan diketahuinya
hubungan-hubungan tersebut, maka seorang peneliti dapat memberikan beberapa
alternatif keputusan atau tindakan. Statistika
dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : Statistika Deskriptif dan Statistika
Inferensial.
Statistika Deskriptif : Penggambaran data secara numerik atau grafis
untuk mendapatkan gambaran secara sekilas sehingga mempermudah
dalam pembacaan.
Statistika Inferensial : Pengambilan keputusan melalui
analisis data, misalnya dengan melakukan pengujian hipotesis, prediksi, dan sebagainya.
Metode statistika
dapat diambil dengan dua cara yaitu : eksperimen dan survei.
Sebagai contoh
kita dapat mengambil dari metode survei. Setelah mengumpulkan data di indonesia
per-harinya, didapatkan kesimpulan bahwa setiap anak pemain game online pergi
ke warnet bisa lebih dari 2 jam padahal seharusnya berdiam di depan komputer
maksimal 1 jam dan perlu istirahat, tetapi ada anak yang bermain game online
bisa lebih dari 6 jam perharinya, dan itu masih dibatas wajar jika dilihat dari
sisi para gamers. Secara ilmiah, statistika butuh analisis data agar kesimpulan
yang di dapat lebih akurat.
Fungsi dari ilmu
statistika dalam ilmu psikologi diantaranya adalah :
- Motivator
- Perencanaan
- Evaluasi
- Sebagai alat bantu analisis data
- Perumusan data
- Membantu menghasilkan keputusan data.
Dalam statistik
ada 3 hal yang perlu diketahui dan ada dalam statistik tersebut:
1. Data yang tersedia atau data historis
2. Kriteria keputusan
3. Ada keputusan
Statistika
banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya
astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan
psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga
digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk
merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya
yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling
(misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan
cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika
dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
Model
Matematika (Umum)
Apabila fenomena
fisik yang dibuat model matematikanya adalah fenomena continue (jadi mengandung unsure - unsur tak terhingga,
misalnya fenomena cahaya yang merupakan bentuk tenaga dengan satuan terkecil
disebut foton), model matematika yang dihasilkan adalah model
pendekatan.
Suatu model
matematika sebagai pendekatan terhadap suatu fenomena (alami atau buatan) hanya
mencakup sebanyak hingga pengamatan atau hanya mencakup daerah yang terbatas
dari fenomena tersebut (yg tak terbatas) atau hanya bersifat diskrit, walaupun
model tersebut masih dianggap sebagai bentuk yang sangat ideal dan yg sangat
mendekati fenomena fisik aslinya.
Di masa lalu,
cabang-cabang matematika yg mempelajari fenomena fisik continue (gelombang,
panas, elastisitas suatu material, gerak cairan, dsb) mendominasi cabang - cabang
matematika yang bisa diterapkan pada berbagai fenomena fisik seperti yang biasa
dipelajari dalam fisika dan kimia. Sebagai akibatnya, cabang-cabang matematika
ini digolongkan dalam kelompok matematika terapan atau matematika fisika. Tetapi
sejak berkembangnya ilmu - ilmu komputer, penerapan cabang-cabang matematika yg
mempelajari fenomena - fenomena yang bukan sekedar diskrit, bahkan berhingga,
berkembang dengan cepat.
Pada beberapa cabang -
cabang matematika tertentu, istilah 'model matematika' bisa dipersempit dan
sebagai akibatnya, definisi atau pengertian (yang khusus) dari kata 'model
matematika' dalam suatu cabang matematika bisa berbeda dengan arti kata yang
sama di cabang matematika yang lain. Di bawah ini diberikan gambaran umum satu
kelompok model-model matematika dalam suatu cabang matematika yang besar dan
luas, walaupun biasanya masih tergolong dalam kelompok matematika terapan.
Model Matematika Dalam Optimisasi dan Kontrol
Seringkali para insinyur atau engineer
menganilisis suatu sistem dari suatu fenomena (alam atau buatan) dengan tujuan
agar sistem tersebut terkontrol atau bisa dioptimalkan kinerjanya dengan
membuat model matematikanya.
Dalam analisis, para insinyur dan
engineer dapat membuat model deskripsi dari sistem sebagai perkiraan
(hipotesis) bagaimana sistem bisa bekerja, atau bagaimana kejadian yang akan datang
bisa memengaruhi sistem. Demikian pula, dalam pengkontrolan terhadap suatu
sistem, para insinyur dan engineer bisa mencoba beberapa cara mengontrol
melalui simulasi.
Sebuah
model matematika dalam optimisasi dan kontrol biasanya menggambarkan suatu sistem
sebagai kombinasi dari sekumpulan peubah (variables) dan sekumpulan
persamaan yang menyatakan hubungan antara peubah - peubah tersebut. Nilai-nilai
dari peubah bisa apa saja; berupa bilangan-bilangan alami (real) atau
bulat, Boolean atau berupa barisan angka-angka dan karakter (strings).
Peubah - peubah tersebut menyajikan
beberapa sifat dari sistem, misalnya nilai luaran (output) dari hasil
pengukuran, data waktu, alat hitung, banyaknya suatu kejadian muncul atau
terulang, dsb. Model matematika yang sesungguhnya di sini adalah sekumpulan
fungsi-fungsi yang menyatakan hubungan antara beberapa peubah - peubah yang
berbeda.
Demikianlah
materi yang dapat saya jelaskan, kurang lebihnya mohon maaf bila ada kesalahan
dalam penulisan.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar