Nama : Fitriah
Kelas : 2PA06
NPM : 13512016
Bab I
Pendahuluan
Latar
Belakang
Banyak sekali terjadinya fenemona
identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun
identitas virtual yang memungkinkan
individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah
identitas lain yang sifatnya virtual
dan karakteristik seseorang indvidu. Di bawah ini saya akan membahas
tentang aspek psikologis dari
individu pengguna internet dan aspek demografisnya.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja aspek psikologis dari
individu pengguna internet?
2.
Apa aja aspek demografis dari
individu pengguna internet?
Tujuan
agar mahasiswa dapat memahami
tentang fenomena identitas diri dan pengaruh gender / usia dalam interaksi
manusia dan internet.
Bab II
Pembahasan
Aspek psikologis
Saat ini banyak sekali jejaring
sosial yang bermuculan, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan
lain-lain. Banyak orang yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut
anonim untuk mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan
sosial. Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas
palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri.
Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh
orang lain siapa dia sebenarnya.
Karakteristik seseorang akan telihat
berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring
sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak
mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat
didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk
diajak bebicara.
Dalam jurnal ini paparkan oleh Vivi
Sahfitri bahwa : Berdasarkan hasil pembahasan dan analisa yang telah dilakukan
serta sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian, maka diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Berdasarkan uji
korelasi dan regresi diperoleh fakta bahwa secara parsial tidak ada hubungan
atau pengaruh yang signifikan antara Variabel pemanfaatan e-learning
terhadap Prestasi belajar mahasiswa. Pada Kondisi ini
dapat dijelaskan secara sendiri-sendiri atau parsial tidak terdapat pengaruh
pemanfaatan e-learning terhadap prestasi belajar Mahasiswa.
2. Pengaruh secara
parsial dari variabel pemanfaatan e-learning dengan kemampuan
pemahaman mahasiswa berdasarkan uji yang telah dilakukan menunjukkan
adanya pengaruh yang signifikan. Pada Kondisi ini dapat dijelaskan secara
sendiri-sendiri atau parsial terdapat pengaruh pemanfaatan
e-learning terhadap Kemampuan pemahaman mahasiswa.
3. Hasil pengujian
regresi yang dilakukan secara bersama-sama atau uji serentak di peroleh hasil
bahwa Pengaruh secara bersama dari variabel pemanfaatan e-learning
dengan Prestasi belajar mahasiswa dan kemampuan pemahaman
Mahasiswa menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif.
Berdasarkan aspek intensitas
penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses
internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang
dapat dimanfaatkan secara free (baik di laboratorium komputer
atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja
perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan
durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja
perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lainnya, seperti: warnet,
sekolah atau wifi area. Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan
menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering
mengakses internet di rumah termasuk
dalam kategori heavy users (pengguna
internet yang menghabiskan
waktu lebih dari 40 jam per bulan). Sedangkan remaja di perkotaan
yang sering mengakses internet di warnet dan memanfaatkan wifi area publik
sebagai tempat akses internet mereka dikategorikan sebagai medium
users (pengguna internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40
jam per bulan). Sementara itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses
internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah
menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users(pengguna
internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
Aspek
Demografis
Situs jejaring social memiliki
beragam fitus teknis. Namun pada umunya, mereka memuat dan memperlihatkan
profil penggunanya serta daftar teman yang juga merupakan pengguna dalam system
tersebut. Umumnya profil disusun berdasarkan pernyataan yang mengacu pada usia,
gender, lokasi, dan “tentang saya”. Biasanya pengguna dapat
mengetahui gender pengguna lain berdasarkan nama atau foto profil yang diunggah
pengguna lain. Ini digunakan untuk memperkenalkan diri kepada dunia maya
tentang siapa dan bagaimana tentang dirinya.
Berangkat dari studi mengenai
komunikasi interpersonal dan media, para peneliti telah mengembangkan tipologi
untuk berbagai motif dalam penggunaan internet, yaitu:
1.
Kegunaan interpersonal
2.
Mengisi waktu luang
3.
Pencarian informasi
4.
Kemudahan/kenyamanan
5.
Hiburan
Bab III
Kesimpulan
Dalam
Jurnal Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Astutik Nur Qomariyah, mengenai perilaku penggunaan internet
pada kalangan remaja di perkotaan dengan berdasarkan pertanyaan penelitian yang
telah diajukan, maka peneliti dapat menyimpulkan tiga hasil temuan
penelitian. Yaitu :
Pertama, usia responden saat
pertama kali mengenal dan menggunakan internet ialah 12 tahun.
Rata-rata saat itu mereka telah memasuki kelas VII SMP, dimana tugas-tugas
sekolah yang diberikan mulai mengharuskan mereka mencari sumber atau
bahan-bahannya di internet sehingga mereka dituntut harus bisa menggunakan
internet. Sebagian besar remaja perkotaan dalam penelitian ini
mengungkapkan bahwa teman sebaya (peer groups) dijadikan sebagai
sumber belajar pertama kali berinternet bagi mereka, baik untuk bisa
melakukan aktivitas-aktivitas intenet tertentu yang lebih bersifat
kesenangan (seperti: chatting, bermain game online, membuat account di
salah satu situs social networking atau bahkan mengunjungi
situs-situs pornografi) maupun membantu mereka untuk kepentingan akademis
yakni mencari bahan atau sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah.
Bab IV
Refrensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar