Nama : Fitriah
Kelas : 2PA06
NPM : 13512016
Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
interaksi sosial sebagai hubungan antar orang per orang atau dengan kelompok manusia. merujuk pada suatu sikap mengenai orang lain. Setiap orang akan disukai oleh beberapa individu dan tidak disukai oleh individu lain. Di bawah ini saya akan menjelaskan tentang ketertarikan interpersonal dan apa saja perilaku negative dalam interpersonal online-relation.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang di maksud ketertarikan interpersonal dalam internet?
2.
Apa
hambatan psikologi dalam interpersonal online-relation?
3.
Apa
perilaku negative dalam interpersonal online-relation?
Tujuan
Agar mahasiswa
dapat memahami fenomena tentang ketertarikan interpersonal, dan dapat
mengetahui apa saja hambatan dan perilaku negative dalm interpersonal
online-relation.
Bab
II
Pembahasan
Ketertarikan Interpersonal
Hubungan interpersonal adalah ketika
seorang individu berkomunikasi dengan orang lain, individu tersebut bukan hanya
bertujuan menyampaikan pesan tetapi juga menentukan kadar interpersonalnya,
jadi dia tidak hanya mengutamakan isi dari pembicaraannya saja, tetapi juga
bagaimana menjalin hubungan interpersonalnya. Dibawah ini ada beberapa factor
yang dapat menyebabkan terjadinya ketertarikan diantaranya :
- Daya tarik fisik. Inilah salah satu ocial yang sangat sulit di rekayasa, dan mungkin bagi sebagian orang adalah ocial yang paling tidak adil untuk dijadikan ociale bagi seseorang untuk disukai orang lain. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa daya tarik fisik memang berpengaruh.
- Kedekatan. Kedekatan di sini dalam arti dekat secara fisik/lingkungan.
- Merasa Dekat/Familiar. Salah satu ocial mengapa kedekatan dapat menciptakan rasa suka karena meningkatkan perasaan familiar. Efek perasaan familiar menimbulkan ketertarikan adalah fenomena yang sangat umum,
- Kemiripan.
- Social Reward. Seseorang cenderung mengulangi tingkah lakunya jika mereka mendapatkan penghargaan atau keuntungan.
Seringkali komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari lawan bicaranya. Hal ini disebabkan beberapa masalah antara
·
Komunikator
Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap.
Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup.
Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-laki
Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap.
Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup.
Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang laki-laki
·
Media
Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone, telepon, power point, dan lain sebagainya).
Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga signal HP tidak dapat ditangkap.
Hambatan ocial/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada komunitas tertentu. Misalnya kata-kata “wis mari” versi orang Jawa Tengah diartikan sebagai sudah sembuh dari sakit sedangkan versi orang Jawa Timur diartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu.
Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses komunikasi.
Hambatan dalam Komunikasi
InterpersonalHambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone, telepon, power point, dan lain sebagainya).
Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga signal HP tidak dapat ditangkap.
Hambatan ocial/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada komunitas tertentu. Misalnya kata-kata “wis mari” versi orang Jawa Tengah diartikan sebagai sudah sembuh dari sakit sedangkan versi orang Jawa Timur diartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu.
Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses komunikasi.
Seringkali komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari lawan bicaranya. Hal ini disebabkan beberapa masalah antara
a.
Komunikator
·
Hambatan biologis,
misalnya komunikator gagap
·
Hambatan
psikologis, misalnya komunikator yang gugup
·
Hambatan gender,
misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap lawan bicaranya yang
laki-laki.
b.
Media
·
Hambatan teknis,
misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone, telepon, power point,
dan lain sebagainya)
·
Hambatan
geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga signal HP tidak
dapat ditangkap.
·
Hambatan bahasa,
yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada komunitas tertentu. Misalnya
kata-kata “wis mari” versi orang Jawa Tengah diartikan sebagai sudah sembuh
dari sakit sedangkan versi orang Jawa Timur diartikan sudah selesai mengerjakan
sesuatu.
·
Hambatan budaya,
yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses komunikasi.
c.
Komunikate
·
Hambatan
biologis, misalnya komunikate yang tuli.
·
Hambatan
psikologis, misalnya komunikate yang tidak berkonsentrasi dengan pembicaraan.
·
Hambatan gender,
misalnya seorang perempuan akan tersipu malu jika membicarakan masalah seksual
dengan seorang lelaki.
Perilaku Negatif dalam Interpersonal
Online-Relation
perilaku social yang muncul dalam
hubungan online, contohnya :
Cyber Cheating : dibilang
perselingkuhan. Ketika seseorang yang secara nyata memiliki pasangan di dunia
nyata, mereka memiliki pasangan juga didunia maya. Misalnya pria beristri
memiliki sebuah akun di jejaring social, sedangkan istrinya tidak. Tanpa
sepengetahuan istrinya, si suami memasang status ‘single’ di akun jejaring
sosialnya itu. Sehingga secara tidak langsung, pria beristri ini berkesempatan
untuk memiliki gadis single lainnya.
Cyber Flirting
: merayu atau menggoda yang dilakukan dalam dunia maya. Dikategorikan karena
terkadang si penggoda tidak menggunakan bahasa yang baik atau bahkan si
penggoda ini adalah penyamar pada suatu akun. Maksudnya, karna banyak terjadi
penipuan identitas pada dunia maya, jadi si penggoda ini menggunakan akun teman
atau bahkan musuhnya untuk menggoda orang lain (dalam jejaring social atau game
online). Hal itu membuat masalah pada pemilik akun aslinya. Atau jika si
penggoda menggunakan akun dirinya sendiri pada jejaring social lalu menggoda
orang lain yang ternyata telah memiliki pasangan, mungkin dia akan mendapatkan
masalah dari pasangan orang yang telah dia goda, tidak menutup kemungkinan si
penggoda ini akan di bully atau tindakan yang tidak wajar lainnya.
Bab III
Kesimpulan
Bab IV
Altman & Taylor. 1973. Social
Relationship. Dlm. Brehm & Kassin. 1996. Social Psychology.
Third Edt. Boston: Houghton Mifflin Co.
Brehm & Kassin. 1996. Social Psychology. Third Edt. Boston: Houghton Mifflin Co.
Brehm & Kassin. 1996. Social Psychology. Third Edt. Boston: Houghton Mifflin Co.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar